Monday, July 24, 2017

buat yang tercinta - ebby saiful - remix cover song



Ebby Saiful Buat Yang Tercinta Lyrics

Resah..
Ku dalam kesepian
Kini kerinduan
Dirimu, di mana gerangan
Senyumanmu sinar matamu
Hadir di dalam impian
Sunyi..
Kini ku rasakan
Inginku t__ipkan rinduku pada angin lalu
Ku nantikan dan ku nantikan
Saat kau datang padaku
* (Korus)
Ku bawa dikau dalam mimpiku
Hatiku memanggil namamu
Dengarkah dikau suara hatiku
Membisik ku rindu padamu
**Dikau..
Yang sangat ku sayang, kini berjauhan
Bilakah masanya bersua
Inginku curahkan segalanya
Buat dikau yang tercinta

Tuesday, October 11, 2016

just thinking..

Just thinking...

when the sky are blue,
i will stay true.
when the sky are red,
i will still bled.

when the clouds are white,
i've long lost my pride.
when the forest are green,
i splint my shin.

when the weather are calm,
that's when they'll bom.
when the ground turn inside out,
they'll be so proud.

when the earth stop turning,
that's when it'll stop raining.
and when stars disappears,
we'll all be in tears.

Tuesday, May 17, 2016

Sebuah sketsa silam

Sebuah Sketsa silam
------,-------,-----------

Dalam diam ku terkenang yg silam.
Penuh dengan berazam.
Tapi hanya tinggal kata kata.
Tak bererti, Tak bermakna.

Bukan ku mngharap Kan kembali.
Cuma, bertanya apakah reaksi.
Waktu yang berlalu mengusik,
Rasa sungguh yang asyik.

Kini hanya menunggu masa.
Yang kian pudar seperti mata.
Masa Tak menunggu kita.
Namun memang kita sering lupa.

Esok Tak akan menanti.
Sedih Tak akan pulih kembali.
Akan hilang rasa segalanya.
Cukup sudah kita merasa nya.

...sebuah sketsa..🤓

Wednesday, December 23, 2015

Bebas kan Belenggu Palestina


Bebas kan belenggu palestina
- - - - - - - - - - - - - - - - - - -
sebak di dada, jiwa merana.
di sana sini, semua mati....
di bom, di hina, tidak mengira
apa dah jadi, hati dah mati?



yang ketua, tapi cilaka.
yang tua, tapi, bodoh nya.
yang leka, lalai gembira
yang lupa, masih lena.

sampai bila, tunggu masa
kan tiba, apa jawab nya
minta bantuan, pada siapa?
dah terantuk, baru terngadah

bangun lah, angkat tangan
bangun lah, angkat kaki
bangunlah, kita terang kan
bangunlah, kita perjuang kan

bersamalah, kita se hati
memerangi, hasad dengki
menerangkan dunia kegelapan kini
kembali pada yang hakiki.

sekadar renungan....:p


Friday, November 8, 2013

aku masih memikirkan mu - Lagu Melayu guitar original ciptaan sendiri (+...

aku masih memikirkan mu - Lagu Melayu guitar original ciptaan sendiri



Aku masih memikirkan mu
---------------------------- -,-'--{@

Di saat ku tahu, kau sudah berpunya.
Putus harapan ku, jatuh kecewa.
Tapi memang salahku, dahulu meninggal kan mu.

Hanya satu padamu aku pinta.
Maafkan lah segala dosa.
Terimakaseh ku ucapkan, atas segala pengorbanan.

Terus aku tahu, semua ini.
Silap perbuatan diri sendiri.
Namun aku mahu mengatakan
Aku masih memikir kan mu.

Walau aku tahu, tiada guna nya.
Diri mu sudah di miliki nya.
Aku hanya mahu mengatakan.
Aku masih memikir kan mu.

Tiada sakit hati ku rasa kan.
Memang naseb aku keseorangan.
Terus kan hidup mu, lupa kan lah aku.
Biar kan aku, terus merindu.


P.S. Khas buat dektu... :p


Monday, July 29, 2013

Pertemuan Pagi

Pertemuan Pagi 

Razi, menjenguk jam tangan nya berkali-kali. "Mana plak si Junizah ni. Janji, pukul 10 pagi. Tapi tak sampai-sampai. Kang, ako balik baru tahu." Begini lah, selalu sahaja Razi terpaksa menunggu Junizah setiap kali mereka berjanji untuk bertemu.

"Maaf le yang. Biasa lah family i. Asal, nak keluar ada saja." Junizah, cuba memujuk Razi. "Ye. Kalau, 15min ke takpe. Ni, nak dekat 1 jam. Menyirap, betul darah I lah." balas Razi. Dia memang tidak suka, kalau sesiapa lambat bila membuat temu janji. "Sorry lah. Mari I banja you makan. You nak makan apa? Cuba tanya perut you. Perut, you nak makan apa nari?" sambung Junizah cuba memujuk lagi.

Semarah nya Razi, bila cakap pasal makan, sejuk hati dia sikit. "Naseb, i bleh sabar. Kita makan je roti prata kat kedai mamak. Ah, tu murah." Razi, berkata sambil berjalan ke arah kedai tersebut. "Roti prata je? Cukup ke perut you?" Junizah, menyindir Razi pula. "Cukup. For now." ketawa Razi. Junizah, menarik tangan Razi sambil mengeluh,"Waa..for now eh. Tarak untung lah i nari." Mereka berdua pun ketawa sambil bersama berjalan melepasi kedai-kedai menjual barangan.